Tembilahan - Pemutakhiran Lahan Baku Sawah (LBS) di Kabupaten Indragiri Hilir menjadi langkah konkret dalam memastikan akurasi data pertanahan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui forum diskusi yang digelar pada Rabu, 4 Maret 2026, dengan menghadirkan para pemangku kepentingan terkait untuk menyamakan persepsi dan langkah teknis di lapangan.
Diskusi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Indragiri Hilir, Muhammad Khomsadi, S.ST. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pemutakhiran LBS merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam menjaga validitas data pertanahan, khususnya lahan sawah yang memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada dan ketahanan pangan.
“Pemutakhiran Lahan Baku Sawah ini bukan sekadar pembaruan angka luas lahan, tetapi memastikan setiap bidang sawah benar-benar terdata secara spasial dan yuridis dengan akurat. Data yang valid akan menjadi dasar kebijakan yang tepat,” ujar Muhammad Khomsadi dalam forum tersebut.
Forum diskusi membahas tahapan teknis dalam proses pembaruan data lahan sawah, mulai dari pengumpulan data awal, verifikasi lapangan, hingga integrasi data spasial dan yuridis. Validasi menjadi fokus utama, guna memastikan tidak terjadi tumpang tindih data maupun perbedaan antara kondisi administrasi dan kondisi riil di lapangan.
Selain itu, pemanfaatan teknologi pemetaan berbasis digital juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Dengan dukungan teknologi, proses identifikasi dan pembaruan data diharapkan lebih cepat, efisien, serta mampu menghasilkan peta lahan sawah yang akurat dan terintegrasi dengan sistem informasi pertanahan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir, yang diwakili Kepala Bidang Lahan dan Irigasi Pertanian, Redi Satriawan, SP, beserta pejabat fungsional lainnya. Sinergi antara Kantor Pertanahan dan Dinas Pertanian dinilai sangat penting dalam memastikan data yang diperoleh sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Muhammad Khomsadi juga menekankan pentingnya koordinasi lapangan yang intensif antara petugas ukur, aparat desa, serta penyuluh pertanian. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan mempercepat proses pemutakhiran sekaligus meminimalisir potensi kendala administrasi maupun teknis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemutakhiran Lahan Baku Sawah di Kabupaten Indragiri Hilir dapat menghasilkan data yang lebih akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut nantinya akan menjadi landasan penting dalam perencanaan pembangunan sektor pertanian serta menjaga keberlanjutan ketahanan pangan daerah.