Pulau Burung - Kegiatan pemupukan menjadi tahapan krusial dalam siklus pertanian jagung di Desa Hidayat, dan kali ini proses tersebut mendapat perhatian khusus dari aparat kepolisian setempat. Babinkamtibmas Desa Hidayat, Brigadir Safti Hairani, hadir langsung di tengah hamparan lahan untuk mendampingi para petani dalam menerapkan teknik pemupukan yang tepat. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya nyata memastikan bahwa setiap butir pupuk yang disebar memberikan manfaat maksimal bagi pertumbuhan tanaman jagung sebagai komoditas utama ketahanan pangan desa.
Proses pemupukan dimulai dengan persiapan lahan yang telah melalui tahap penanaman awal. Brigadir Safti Hairani bersama kelompok tani memeriksa kondisi tanah dan kelembapannya sebelum pupuk ditebarkan. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa akar jagung dapat menyerap nutrisi dengan efisien. Dengan pendekatan yang teknis namun mudah dipahami, Brigadir Safti membantu warga menentukan titik-titik strategis penempatan pupuk agar tidak terbuang sia-sia akibat aliran air hujan atau penguapan berlebih.
Dalam pelaksanaannya, metode pemupukan yang diterapkan mengutamakan prinsip "tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara". Brigadir Safti Hairani secara teliti memantau takaran pupuk yang digunakan oleh setiap petani. Ia mengingatkan bahwa penggunaan pupuk berlebihan justru dapat merusak struktur tanah dalam jangka panjang, sementara kekurangan pupuk akan menghambat pertumbuhan batang dan buah jagung. Keseimbangan ini menjadi kunci utama yang terus ditekankan selama kegiatan berlangsung di bawah terik matahari.
Kapolsek Pelangiran, Iptu Iwan Saputra, SH., MH., memberikan penjelasan mendalam mengenai relevansi proses pemupukan ini dengan stabilitas ekonomi masyarakat. Beliau menegaskan bahwa kualitas hasil panen sangat ditentukan oleh ketelitian dalam tahap perawatan, khususnya pemupukan. Iptu Iwan Saputra menyatakan bahwa dukungan Polri dalam aspek teknis pertanian seperti ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual produk jagung Desa Hidayat, sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat seiring dengan kualitas panen yang lebih baik.
Selama proses pemupukan, terjadi interaksi edukatif antara Babinkamtibmas dan para petani senior maupun pemula. Brigadir Safti Hairani berbagi informasi mengenai jenis pupuk organik dan anorganik yang cocok untuk kondisi tanah di wilayah Pelangiran. Diskusi ringan di sela-sela pekerjaan lapangan ini menciptakan suasana keakraban yang kuat, sekaligus menjadi media transfer pengetahuan mengenai inovasi pertanian modern yang dapat diadopsi oleh warga desa untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka secara berkelanjutan.
Aspek keamanan dan ketertiban juga tetap terjaga selama kegiatan pemupukan berlangsung. Kehadiran personel kepolisian memberikan rasa aman bagi para petani yang membawa peralatan dan stok pupuk dalam jumlah tertentu. Iptu Iwan Saputra menekankan bahwa lingkungan yang kondusif memungkinkan petani untuk fokus sepenuhnya pada pekerjaan mereka tanpa gangguan. Hal ini membuktikan bahwa peran kamtibmas tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan suportif terhadap aktivitas ekonomi produktif warga.
Dampak dari pemupukan yang dilakukan secara disiplin dan terpantau ini diharapkan akan terlihat jelas pada fase pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman jagung. Dengan nutrisi tanah yang tercukupi, tanaman jagung diprediksi akan tumbuh lebih kokoh, tahan terhadap hama, dan menghasilkan tongkol yang berkualitas tinggi. Brigadir Safti Hairani optimis bahwa kerja keras dalam proses pemupukan ini akan berbuah manis saat masa panen tiba, yang nantinya akan berkontribusi signifikan terhadap cadangan pangan lokal Desa Hidayat.
keberhasilan proses pemupukan ini menjadi bukti konkret kolaborasi positif antara Polsek Pelangiran dan masyarakat Desa Hidayat. Komitmen Brigadir Safti Hairani dalam mendampingi setiap tahap pertanian, mulai dari penanaman hingga pemupukan, menunjukkan dedikasi tinggi Polri dalam membangun desa mandiri. Dengan dukungan penuh dari Kapolsek Iptu Iwan Saputra, SH., MH., program ketahanan pangan melalui optimalisasi perawatan lahan ini diharapkan menjadi model percontohan bagi desa-desa lain di sekitarnya.