Pekanbaru – Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir turut berperan aktif dalam rapat sinkronisasi kegiatan sektor perkebunan Tahun 2026 serta rencana kegiatan Tahun 2027 yang digelar oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan program pembangunan perkebunan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Sinkronisasi program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada komoditas kelapa, namun juga mengangkat potensi komoditas perkebunan lainnya yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan di daerah. Beberapa komoditas yang menjadi perhatian bersama antara lain sagu, pinang, dan kopi, sebagai bagian dari upaya diversifikasi dan penguatan ekonomi perkebunan masyarakat.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir, Benny Murdhani, SP., MMA, yang mewakili Kepala Dinas, menyampaikan bahwa rapat ini sangat penting bagi daerah penghasil kelapa seperti Indragiri Hilir.
Menurutnya, sinkronisasi program antara provinsi dan kabupaten menjadi kunci agar pelaksanaan kegiatan di lapangan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani.
“Indragiri Hilir merupakan salah satu sentra kelapa nasional, sehingga rencana peremajaan kelapa Tahun 2026 menjadi perhatian utama kami. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan usaha perkebunan,” ujar Benny Murdhani.
Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana peremajaan kelapa Tahun 2026 yang akan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap pertama seluas 3.200 hektare dan tahap kedua seluas 7.500 hektare. Program ini diharapkan dapat menjawab tantangan tanaman tua dan penurunan produksi kelapa yang selama ini dihadapi petani di Kabupaten Indragiri Hilir.
Selain itu, pengawasan terhadap penerapan standar Izin Usaha Perkebunan (IUP) serta pengelolaan seed garden di Batang Tuaka turut menjadi agenda pembahasan. Benny Murdhani menegaskan bahwa ketersediaan benih unggul dan kepastian legalitas usaha perkebunan merupakan faktor penting dalam mendukung pengembangan perkebunan yang berdaya saing.
Penguatan infrastruktur perkebunan, khususnya pembangunan dan peningkatan tanggul mekanik pada kawasan perkebunan kelapa, juga menjadi fokus perhatian. Infrastruktur ini dinilai sangat dibutuhkan oleh Kabupaten Indragiri Hilir yang sebagian wilayahnya merupakan lahan pasang surut, sehingga memerlukan sistem pengelolaan air yang baik.
Rapat sinkronisasi yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Jalan Aceh, Kota Pekanbaru, pada Senin (09/02) tersebut dihadiri oleh Plt. Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Riau Ridwan, para kepala bidang terkait, serta perwakilan kabupaten/kota. Melalui forum ini, Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir berharap program perkebunan ke depan semakin terarah, terintegrasi, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat.