PELANGIRAN – Peran Bhabinkamtibmas kini semakin meluas tidak hanya pada bidang kamtibmas, tetapi juga merambah ke pendampingan sektor produktif masyarakat. Di Desa Teluk Bunian, Kecamatan Pelangiran, Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran melaksanakan kegiatan pemantauan progres tanaman jagung pada Rabu (13/5/2025). Kegiatan ini dilakukan satu bulan setelah penanaman bibit, sebuah fase krusial bagi determinasi hasil panen.
Pemantauan dimulai pukul 10.00 WIB di lokasi kebun jagung warga. Bhabinkamtibmas hadir tidak hanya sebagai pengawas, tetapi sebagai mitra yang peduli terhadap nasib tanaman warga. Bersama perangkat desa, ia melakukan observasi visual terhadap tinggi tanaman, warna daun, dan kepadatan populasi tanaman per hektar untuk memastikan standar pertumbuhan yang ideal terpenuhi.
Hasil pengecekan lapangan memperlihatkan bahwa bibit jagung telah berhasil beradaptasi dan mulai tumbuh. Ini adalah indikator awal yang positif bagi para petani. Namun, proses pendampingan ini juga mengungkap adanya kendala teknis di lapangan, yaitu adanya serangan hama yang mulai menggerogoti daun-daun jagung muda. Kondisi ini memerlukan intervensi pengetahuan dan tindakan segera.
Melihat kondisi tersebut, Bhabinkamtibmas langsung berdiskusi dengan petani mengenai pola serangan hama. Meskipun bukan ahli agronomi, kehadiran polisi memicu kesadaran kolektif petani untuk segera berkonsultasi dengan penyuluh pertanian. Bhabinkamtibmas berperan sebagai fasilitator yang mendorong petani untuk tidak abai terhadap tanda-tanda awal kerusakan tanaman.
Kapolsek Pelangiran Iptu Iwan Saputra, SH., MH., menjelaskan bahwa pendekatan humanis melalui pendampingan seperti ini sangat efektif. "Kami ingin polisi dianggap sebagai sahabat petani. Dengan memantau langsung, kami bisa memahami kesulitan mereka dan membantu mencarikan solusi, misalnya dengan menghubungkan mereka dengan dinas terkait untuk obat hama," jelas Iptu Iwan.
Iptu Iwan Saputra juga menekankan pentingnya edukasi kepada petani tentang pentingnya kebersihan lahan dan rotasi tanaman untuk mengurangi risiko hama. Ia berharap Bhabinkamtibmas dapat menyebarkan informasi-informasi pertanian yang valid kepada warga binaannya. Dengan demikian, polisi berkontribusi pada peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat dalam bercocok tanam.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendengarkan aspirasi petani secara langsung. Para petani menyampaikan harapan mereka agar keamanan lahan terjaga dari pencurian dan hewan liar, sementara pihak kepolisian menjamin akan meningkatkan patroli. Simbiosis mutualisme ini menciptakan lingkungan kondusif bagi aktivitas pertanian di Desa Teluk Bunian.
Rencana ke depan, Bhabinkamtibmas akan melaporkan perkembangan situasi hama ini kepada Kapolsek untuk ditindaklanjuti dengan koordinasi tingkat kecamatan. Pemantauan akan terus dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas penanganan hama. Melalui pendampingan yang konsisten, Polsek Pelangiran berharap dapat mencetak musim panen jagung yang sukses dan menguntungkan bagi masyarakat Desa Teluk Bunian.