Babinkamtibmas Polsek Pulau Burung Optimalkan Potensi Ketahanan Pangan Melalui Program Holtikultura Kacang Panjang

Babinkamtibmas Polsek Pulau Burung Optimalkan Potensi Ketahanan Pangan Melalui Program Holtikultura Kacang Panjang

Pulau Burung  – Dalam rangka mendukung program prioritas nasional "Asta Cita" terkait ketahanan pangan, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pulau Burung secara aktif terlibat dalam pendampingan masyarakat di sektor pertanian. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri untuk menciptakan swasembada pangan di tingkat desa, khususnya melalui pengembangan program holtikultura tanaman kacang panjang yang berlokasi di Parit 2, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Pada hari Minggu, 5 Juli 2026, personel Bamin Sium Polsek Pulau Burung turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan perkembangan tanaman kacang panjang milik warga. Lokasi kegiatan berada di lahan seluas 0,5 hektare di Desa Pulau Burung. Kehadiran petugas polisi di tengah ladang tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga sebagai mitra bagi petani lokal dalam memastikan proses budidaya berjalan optimal hingga masa panen tiba.

Kegiatan pendampingan ini melibatkan kolaborasi erat antara aparat kepolisian dengan pemilik lahan, yakni Sdr. Ivan. Sinergi ini dibangun untuk memastikan bahwa potensi lokal dapat digali secara maksimal demi menjaga kestabilan ketersediaan pangan di wilayah tersebut. Dengan luas lahan yang dikelola secara intensif, diharapkan hasil panen dapat berkontribusi signifikan terhadap kebutuhan pangan masyarakat sekitar serta mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Kapolsek Pulau Burung, Iptu Danu Hidayat, SE., MM, menekankan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian bukan sekadar formalitas, melainkan strategi jangka panjang untuk kesejahteraan rakyat. Menurutnya, program ketahanan pangan adalah ujung tombak stabilitas sosial. "Ketika masyarakat memiliki akses pangan yang cukup dan mandiri, maka kerawanan sosial dapat diminimalisir. Polri hadir untuk mendampingi proses ini agar berjalan lancar dan sesuai target pemerintah," ujar Iptu Danu Hidayat.

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan bahwa program holtikultura seperti penanaman kacang panjang dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang baik dan siklus tanam yang relatif singkat. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk segera merasakan manfaat ekonomi dari hasil pertanian mereka. Dukungan penuh dari Polsek Pulau Burung diharapkan dapat memotivasi warga lainnya untuk ikut serta dalam gerakan swasembada pangan, sehingga terbentuk ekosistem pertanian yang berkelanjutan di Kecamatan Pulau Burung.

Selain aspek teknis pertanian, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat. Melalui interaksi langsung di lahan pertanian, Babinkamtibmas dapat menyerap aspirasi warga sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya dukungan terhadap program pemerintah. Pendekatan humanis ini terbukti efektif dalam mempererat hubungan emosional antara institusi kepolisian dengan komunitas lokal.

Hasil dari kegiatan pengecekan tersebut menunjukkan respon positif dari masyarakat. Warga merasa lebih percaya diri dalam mengelola lahan mereka karena adanya pendampingan dan rasa aman yang diberikan oleh kehadiran Polri. Kepercayaan publik terhadap institusi polisi semakin meningkat seiring dengan bukti nyata bahwa kepolisian peduli terhadap aspek fundamental kehidupan masyarakat, yaitu pangan dan kesejahteraan ekonomi desa.

Sebagai penutup, Polsek Pulau Burung berkomitmen untuk terus melanjutkan program pendampingan ini hingga masa panen tiba. Keberhasilan program ketahanan pangan di Parit 2 ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Indragiri Hilir. Dengan semangat Asta Cita, Polri bersama masyarakat siap mewujudkan kemandirian pangan nasional yang berawal dari kekuatan dan potensi lokal di setiap desa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index