Giat Perencanaan Awal Tahun 2026, BBU Pekanarba Matangkan Strategi Perbenihan

Giat Perencanaan Awal Tahun 2026, BBU Pekanarba Matangkan Strategi Perbenihan

Tembilahan ,  – Memasuki triwulan pertama tahun 2026, Balai Benih Utama (BBU) Pekanarba langsung menggelar rapat kerja strategis guna memaksimalkan kinerja perbenihan. Rapat yang berlangsung hari ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir, Surohman, S.ST. Kegiatan yang berlangsung di kantor BBU ini dihadiri oleh Kepala UPT BBU Dedi Prastiyo,S.ST beserta jajaran staf, dengan fokus utama menyusun rencana kerja yang ambisius untuk tahun 2026 Rabu (01/04) 

Dalam rapat tersebut, Surohman menekankan pentingnya optimalisasi dua lokasi strategis yang menjadi sumber perbenihan di wilayah Indragiri Hilir. Ia menjelaskan bahwa terdapat dua balai dengan skema pendanaan berbeda, yakni Balai Benih Induk yang berlokasi di Desa Sanglar yang dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Riau, serta Balai Benih Utama Pekanarba yang berada di bawah naungan Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir. Kedua lokasi ini diharapkan dapat bersinergi dalam mendukung ketersediaan benih unggul bagi para petani.

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam rapat rencana kerja awal tahun ini adalah alokasi lahan seluas 4 hektar yang dikelola BBU Pekanarba. Dari lahan produktif tersebut, pemerintah kabupaten menargetkan adanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perbenihan. Target yang dibebankan cukup signifikan, yakni mencapai angka 10 juta rupiah per tahun. Untuk mencapai target tersebut, pihak BBU diberi keleluasaan dalam menentukan varietas yang akan dikembangkan, tanpa terikat pada jenis tertentu, asalkan mampu menghasilkan produksi optimal.

Kepala UPT BBU, Dedi Prastiyo,S.ST, memberikan paparan teknis mengenai potensi produksi yang pernah dicapai pihaknya. Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2017, BBU Pekanarba berhasil meraih hasil panen yang cukup menggembirakan, yaitu sebanyak 6,5 ton per hektar. Capaian historis ini menjadi acuan dan motivasi bagi tim untuk dapat mereplikasi atau bahkan melampaui produktivitas tersebut pada program pengembangan tahun 2026 ini, mengingat kondisi dan teknologi yang kini tersedia kian berkembang.

Dedi Prastiyo,S.ST juga merinci standar operasional budidaya yang akan diterapkan guna mencapai hasil maksimal. Menurutnya, varietas yang ditanam memiliki umur panen sekitar 85 hari. Proses persiapan lahan akan diawali dengan pengapuran yang dilakukan seminggu sebelum tanam untuk menyeimbangkan pH tanah. Sementara itu, manajemen pemupukan akan dilakukan dalam tiga tahap, dengan pemberian pupuk TSP dan KCl secara sekaligus pada awal, dilanjutkan dengan pupuk urea pada masa susulan antara umur 45 hingga 60 hari.

Untuk memastikan pertumbuhan tanaman sesuai dengan harapan, tim BBU berencana melakukan pengamatan atau monitoring secara intensif. Pengamatan lapangan akan dilaksanakan secara rutin seminggu sekali. Langkah ini dinilai penting agar setiap kendala yang muncul di lapangan, baik terkait hama, penyakit, maupun kekurangan unsur hara, dapat segera diantisipasi dan ditangani secara cepat sebelum berdampak luas pada hasil produksi.

Menunjang rencana produksi yang agresif tersebut, BBU Pekanarba juga berencana melakukan pembangunan infrastruktur pendukung pada tahun ini. Rencana yang akan direalisasikan mencakup pembangunan irigasi dan tanggul mekanik. Keberadaan infrastruktur ini diharapkan dapat memperbaiki tata kelola air, mengingat sektor perbenihan sangat bergantung pada ketersediaan air yang stabil, terutama di lahan yang rawan terhadap fluktuasi debit air.

Sebagai penutup rapat, dilakukan penegasan mengenai kondisi lahan yang menjadi aset utama BBU. Berdasarkan hasil pengukuran ulang yang dilakukan oleh tim dari Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura di lapangan, total lahan BBU Pekanarba saat ini terdata seluas 6 hektar. Dengan luasan tersebut, serta didukung oleh rencana kerja yang matang, target PAD dan pengembangan varietas unggul di awal tahun 2026 ini optimistis dapat tercapai, menjadikan BBU Pekanarba sebagai lokomotif kemandirian benih di Kabupaten Indragiri Hilir.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index