Babinsa Desa Pasir Mas Tekankan Keselamatan Kerja bagi Buruh Langsir Sawit

Minggu, 05 April 2026 | 10:56:24 WIB

Batang Tuaka - Babinsa Koramil 12/Batu Tualang (Btk) Pratu P. Nainggolan melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama masyarakat Desa Pasir Mas, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan perkebunan dan permukiman warga ini bertujuan untuk mempererat hubungan TNI dengan rakyat sekaligus menyampaikan pesan-pesan preventif terkait keselamatan kerja, khususnya bagi para buruh langsir sawit yang aktif di wilayah tersebut minggu (05/04) 

Desa Pasir Mas dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Batang Tuaka, dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai buruh langsir, pemuat, dan pengangkut tandan buah segar (TBS). Menyadari tingginya mobilitas dan risiko di lapangan, Babinsa Pratu P. Nainggolan sengaja mengangkat tema keselamatan kerja sebagai fokus utama komsos. Beliau menilai bahwa budaya kerja aman masih perlu ditingkatkan, mengingat sejumlah kejadian kecelakaan ringan seperti tergelincir, tertimpa TBS, atau cedera akibat alat panen yang tidak jarang terjadi.

Dalam arahannya, Babinsa secara khusus menyoroti pekerjaan langsir sawit yang membutuhkan kewaspadaan ekstra. “Kegiatan langsir dari kebun ke tempat pengumpulan (TPH) atau ke truk angkut melibatkan beban berat dan medan yang licin saat hujan. Saya minta bapak-bapak jangan pernah mengabaikan faktor keselamatan. Gunakan alas kaki yang sesuai, periksa kondisi tangkai dan gerobak langsir sebelum digunakan, serta jangan memaksakan diri mengangkut muatan melebihi kemampuan fisik,” tegas Pratu Nainggolan di hadapan puluhan buruh yang berkumpul di sekitar pondok perkebunan

Berdasarkan pengamatan Babinsa selama rutin melaksanakan patroli pembinaan wilayah, masih ditemukan kebiasaan buruh yang berisiko seperti mengangkut TBS dengan posisi tubuh tidak seimbang, menggunakan sandal jepit saat bekerja di tanah basah, hingga mengabaikan istirahat meski cuaca panas terik. Kondisi ini diperparah dengan minimnya penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan, sepatu boot, atau helm sederhana untuk langsir di area yang rawan pohon tumbang. Babinsa pun mengingatkan bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab mandor atau pemilik kebun, tetapi terutama kesadaran pribadi setiap pekerja.

Pada sesi interaktif, Pratu P. Nainggolan mendemonstrasikan cara sederhana memeriksa kondisi roda gerobak, gagang angkong, serta tali pengikat TBS. Beliau juga mengimbau agar setiap buruh langsir menyediakan minimal sepatu alas kasar dan sarung tangan kulit bekas untuk mengurangi risiko luka atau terpeleset. “Lebih baik mengeluarkan sedikit uang untuk APD daripada kehilangan hari kerja karena cedera, bahkan biaya pengobatan yang lebih besar,” ujarnya. Himbauan ini disambut positif oleh para pekerja yang selama ini sering menganggap remeh perlengkapan standar.

Kegiatan komsos tidak hanya dihadiri buruh langsir, tetapi juga tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat. Salah seorang ketua kelompok tani, Bapak Jumardi, mengapresiasi kepedulian Babinsa yang turun langsung ke tengah pekerja. “Kami sering lupa pada hal-hal kecil yang justru menyelamatkan nyawa. Kehadiran Pak Babinsa mengingatkan kami bahwa keselamatan kerja adalah ibadah dan bagian dari menjaga rezeki,” ungkapnya. Babinsa pun berpesan agar para mandor dan ketua kelompok rutin mengingatkan anggota masing-masing, terutama pada jam-jam rawan seperti pagi buta atau sore menjelang maghrib.

Seusai dialog, beberapa buruh langsir secara sukarela menunjukkan peralatan yang mereka bawa, dan Babinsa memberikan koreksi ringan seperti cara memegang gagang angkong yang ergonomis serta teknik mengangkat beban agar tidak cedera pinggang. Babinsa juga mengkoordinasikan dengan kepala desa untuk menyediakan papan imbauan keselamatan di tiga titik strategis, yakni di TPH utama, dekat jembatan timbang, dan di pos kamling. Langkah ini diharapkan menjadi pengingat visual yang terus menerus menyadarkan para pekerja akan pentingnya faktor keselamatan sebelum memulai aktivitas langsir sawit.

Kegiatan komsos yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB itu berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. Suasana tetap kondusif, dengan antusiasme masyarakat yang tinggi mengikuti seluruh rangkaian himbauan dan diskusi. Babinsa Pratu P. Nainggolan menyatakan bahwa dirinya akan terus memantau kepatuhan para buruh langsir sawit di Desa Pasir Mas secara berkala, karena keselamatan kerja bukan agenda sekali selesai, melainkan budaya yang harus dibangun setiap hari. Laporan kegiatan telah disampaikan kepada Danramil 12/Btk untuk ditindaklanjuti dalam program pembinaan teritorial selanjutnya.

Terkini