Pelangiran– Dalam rangka mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang, Aipda Antonius Hiras Sipahutar, S.H., secara aktif melakukan pendampingan kepada warga masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Asta Cita yang bertujuan untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan di tingkat desa. Pada Jumat (31/7/2026), petugas terlihat melaksanakan sambang langsung ke lokasi peternakan warga di Gang Tower, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran.
Fokus utama dari kegiatan pendampingan ini adalah optimalisasi sektor peternakan, khususnya pengembangbiakan ayam kampung. Warga binaan bernama An. Amir saat ini mengelola ternak ayam kampung sebanyak 150 ekor. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi tersebut bukan hanya sebagai bentuk pengawasan rutin, melainkan juga sebagai upaya konkret untuk memastikan bahwa potensi lokal dapat dimaksimalkan guna meningkatkan produksi daging bagi kebutuhan masyarakat setempat.
Aipda Antonius menjelaskan bahwa kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat dalam sektor pertanian dan peternakan memiliki tujuan strategis. "Kami mendampingi masyarakat dalam pengelolaan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan untuk mengoptimalkan potensi lokal," ujarnya. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kestabilan ketersediaan pangan di desa, sehingga masyarakat tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah yang seringkali fluktuatif harganya.
Selain aspek teknis pengelolaan ternak, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara aparat kepolisian dengan warga. Melalui dialog langsung di lokasi peternakan, Bhabinkamtibmas menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat terhadap program pemerintah terkait ketahanan pangan. Hal ini sejalan dengan misi untuk mensejahterakan masyarakat Desa Tanjung Simpang melalui kemandirian ekonomi berbasis sumber daya alam yang dimiliki.
Kapolsek Pelangiran, Iptu Iwan Saputra, SH., MH., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan oleh jajarannya di lapangan. Menurut Iptu Iwan, keterlibatan polisi dalam isu ketahanan pangan adalah bentuk nyata dari peran Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. "Ketahanan pangan adalah isu strategis nasional. Dengan membantu warga seperti Bapak Amir mengembangkan ternak ayam kampung, kita turut berkontribusi pada ketersediaan protein hewani yang terjangkau," jelas Kapolsek.
Iptu Iwan Saputra menambahkan bahwa pengembangbiakan ayam kampung dipilih karena jenis ternak ini relatif mudah dirawat dan memiliki nilai ekonomi yang baik bagi masyarakat pedesaan. Dengan jumlah populasi 150 ekor yang dikelola oleh satu warga, potensi produksi daging dan telur dapat menjadi penyangga gizi keluarga serta sumber pendapatan tambahan. Polri berkomitmen untuk terus mendorong model-model kemandirian pangan semacam ini di seluruh wilayah hukum Polsek Pelangiran.
Lebih lanjut, Kapolsek menekankan bahwa kegiatan swasembada pangan seperti ini secara tidak langsung juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Ketika masyarakat melihat polisi hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga peduli pada kesejahteraan ekonomi mereka, rasa aman dan nyaman akan semakin terbentuk. Sinergi antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan program-program pemberdayaan di desa.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai ini ditutup dengan harapan agar model pendampingan serupa dapat direplikasi oleh warga lainnya di Desa Tanjung Simpang. Dengan dukungan penuh dari Polsek Pelangiran dan partisipasi aktif masyarakat, target ketahanan pangan nasional di tingkat grassroots dapat terwujud, demi menciptakan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan tangguh menghadapi tantangan ekonomi ke depan.